Kisah Keluaraga Petani Dan Tiga Orang Tua berjanggut panjang
Pada suatu ketika, ada 3 orang tua berjanggut panjang yang beristirahat di depan rumah seorang petani. Ketika itu istri sang petani baru saja pulang dari mengantarkan makanan untuk suaminya di ladang. Sang istri petani tadi melihat tiga orang tua berjanggut panjang yang sepertinya sudah sejak tadi ada di depan halaman rumah mereka. Wanita tersebut melihat dengan heran dan seksama sebelum akhirnya dia menghampiri ketiga laki-laki tua berjanggut tersebut dan langsung menyapa ketiga pria berjanggut panjang tersebut, “Sepertinya aku tahu apa yang anda butuhkan tanpa anda berkata apapun pada ku, aku tahu sepertinya kalian sangat membutuhkan makan, sepertinya di dalam aku punya persediaan sesuatu yang mungkin dapat mengganjal perut kalian “, tetapi salah seorang dari ketiga laki-laki berjanggut panjang tersebut maju dan bertanya kepada si istri petani tersebut, “apakah suamimu sudah pulang dan ada di rumah mu ?”, wanita tersebut menatap dengan heran kepada laki-laki itu seraya berkata ; ” belum, suami ku belum pulang dari berladang, dia akan pulang saat menjelang sore..”, kata wanita itu. “kalau begitu, biarlah kami menunggu disini sampai suamimu sudah kembali…”. Wanita itu masuk kembali kedalam rumah dengan perasaan heran….
Setelah sore hari sudah tiba dan malam menjelang, Suami dari wanita tersebut pulang dari berladang dan si istri menceritakan kembali kejadian yang dia alami di rumah sehabis mengantarkan makanan untuk si suami tadi siang.
Akhirnya sang Suami menyuruh si istri untuk mengundang ke tiga orang tua berjanggut yang masih menunggu di luar tersebut untuk masuk. sang istri akhirnya mengundang ketiga pria berjanggut panjang tadi untuk masuk dan menikmati makan malam bersama-sama, tapi salah satu laki-laki itu berdiri dan memperkenalkan dirinya dan dia berkata ;” nama ku adalah kekaya’an, dia adalah kesuksesan “, sambil penepuk pundak temannya yang ada di sebelah kirinya, “dan nama teman ku yang satu ini adalah Cinta”, sambil mengelus pundak temannya yang berdiri di sebelah kanan. “Kami tidak bisa masuk kerumah mu bertiga secara bersamaan, kau hanya boleh mengundang salah satu dari kami untuk masuk kedalam, tolong tanyakan lagi pada suamimu untuk mengundang salah seorang saja dari kami..”. wanita tersebut menjadi bingung dan kembali kepada suaminya dan menceritakan kejadian tersebut kepada sang suami. Maka terjadilah suatu perundingan di dalam rumah itu untuk memutuskan siapa yang akan mereka undang untuk makan malam bersama mereka, lalu sang suami memutuskan untuk mengundang si kekaya’an, “aku mau melihat rumah ini di penuhi dengan harta kekayaan..!”, katanya. mendengar itu sang istri berfikir sejenak
dan berkata ; ” mengapa tidak kita undang saja si Kesuksesan karena bila panen kita sukses maka kita akan mendapatkan keuntungan yang belipat ganda”, dan sang suami menyetujuinya. Namun tanpa sengaja sang anak mendengar pembicaraan kedua orang tuanya tersebut dan menghampiri kedua orang tuanya dan mengajukan pendapatnya “mengapa tidak kita undang saja si Cinta, dengan cinta kita akan merasa nyaman dan rumah kita akan selalu di penuhi dengan kehangatan dan kasih sayang..”. begitulah kira-kira si anak menyatakan pendapatnya..
Akhirnya setelah berunding sejenak, maka sang suami memutuskan bahwa pendapat sang anak lah yang akhirnya mereka setujui. maka sang suami kembali menyuruh istrinya untuk mengundang si Cinta untuk di ajak makan malam bersama mereka. wanita tersebut kembali menghampiri ketiga laki-laki berjanggut tersebut dan berkata; “suami ku ingin mengundang Cinta untuk makan malam bersama kami malam ini…”. maka bangunlah ketiga laki-laki berjanggut panjang tersebut dan menghampiri si wanita tersebut. wanita tersebut kembali bingung dan berkata; ” Tapi kami hanya mengundang cinta untuk makan malam bersama kami..”. salah satu dari ketiga laki-laki tersebut menghampiri lalu berkata ;
karena kau mengundang cinta maka kami berdua harus ikut dengannya, karena sesungguhnya kami berdua ini buta dan hanya cinta yang bisa menunjukan jalan dan menghidupi kami berdua, karena itu kami harus ikut kemana pun cinta pergi, karena kami tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa cinta bersama kami.”









